Dion Ramadhan January 8, 2026

Di zaman yang serba cepat, serba mudah, dan serba maju seperti sekarang ini hampir semua urusan bisa dilakukan lewat internet. Paling umum adalah komunikasi digital melalui email ataupun aplikasi chat gratis berbasis internet, bahkan belanja juga dapat dilakukan dengan mudah dengan internet. Sayangnya, semakin sering durasi daring, semakin besar pula pengguna menjadi korban penipuan digital seperti phising.

Istilah ini cukup asing didengar oleh orang awam. Penjelasan phising secara sederhana adalah upaya tindak penipuan untuk mencuri informasi pribadi bahkan uang melalui email, sms ataupun chat media sosial. Banyak pelaku penipuan menyamar menjadi lembaga resmi seperti bank, marketplace ataupun orang terdekat.

Contoh paling sering terjadi adalah ketika pengguna tiba-tiba mendapatkan pesan yang berisi pemberitahuan akun bank terblokir dan mengirimkan link untuk aktivasi ulang. Link yang digunakan biasanya terlihat seperti website resmi tapi aslinya palsu. Jika link di klik, dan diminta mengisi nomor rekening, pin ataupun password, data akun yang dimiliki akan dicuri oleh penipu dan pelaku bisa langsung mencuri uang atau bahkan menyalahgunakan Informasi pribadi untuk penipuan lain.

Selain itu, penipuan juga melalui email palsu yang terlihat sangat mirip dengan email dan domain resmi dari instansi tertentu. Bahkan pesan WhatsApp dan Telegram juga bisa disatroni penipu yang mengaku teman, keluarga atau siapapun itu. Banyak diantara penipu meminta kode OTP atau informasi pribadi dengan pesan yang bikin korban panik, sehingga korban tidak sempat berpikir matang dan kurang hati-hati.

Cara Mudah Menghindari Phishing

Bagi orang yang tidak terlalu paham teknologi, penipuan seperti ini sangat rawan terjadi. Untuk mencegah hal tersebut, bisa diterapkan langkah-langkah berikut ini:

1. Jangan sembarangan klik link yang dikirim siapapun itu

Link yang dikirimkan melalui SMS, email ataupun chat yang terlihat mencurigakan. Ada baiknya cek website resmi secara langsung. Misalkan langsung cek website resmi suatu bank melalui Google atau browser bukan melalui link dari pesan mencurigakan tersebut.

2. Periksa alamat website

Biasanya website palsu dibikin semirip mungkin dengan website resmi, bahkan di beberapa kasus ada yang membuat website palsu dengan mengganti huruf ‘I’ kapital dengan huruf ‘L’ kecil yang terlihat begitu mirip dan kadang sulit dideteksi. Dengan begitu, kehati-hatian ekstra diperlukan dan selalu cek berkali-kali untuk memastikan keaslian website.

3. Hati-hati dengan permintaan informasi pribadi

Institusi resmi bisa dipastikan tidak akan meminta pin, password ataupun kode OTP apapun bentuk urgensinya. Jadi, jika ada yang meminta hal tersebut dapat dipastikan ada tindakan penipuan.

4. Gunakan password kuat dan berbeda untuk tiap akun

Penggunaan tanggal lahir ataupun angka berurutan akan sangat mudah ditebak. Gunakan kombinasi angka, huruf besar dan kecil, serta simbol unik agar tidak mudah ditebak jika ada akun yang bocor.

5. Aktifkan fitur keamanan tambahan

Dengan mengaktifkan two-factor authentication, ketika password dicuri, penipu butuh kode tambahan yang akan dikirimkan ke device utama. Sehingga, ketika pemilik akun tidak merasa menggunakan akun untuk hal-hal tertentu, pemilik akun akan mengetahui secara langsung jika ada yang berusaha menggunakan akunnya.

6. Laporkan jika menerima pesan mencurigakan

Pelaporan atas pesan mencurigakan dapat dilakukan langsung ke pihak terkait seperti bank, marketplace, ataupun layanan telekomunikasi. Dengan pelaporan ini, pihak pihak bersangkutan dapat melaporkan ke pihak berwenang untuk mencegah penipuan semakin meluas dan semakin banyak korban.

Mengapa Penting Waspada Phishing

Korban phishing tidak hanya kehilangan uang tapi juga data diri yang banyak digunakan untuk:

  1. Pelaku akan membuka akun palsu menggunakan data diri yang dicuri
  2. Melakukan pinjaman online yang nantinya membuat pemilik data diteror pinjol padahal tidak meminjam uang tsb.
  3. Menipu teman atau keluarga dengan meminta uang

Perlu diingat, bahwa satu kelalaian bisa menyebabkan kerugian besar dan juga efek psikologis yang berat. Sehingga mengenali tindak penipuan jenis phishing dan cara menghindarinya dapat menjadi perlindungan data diri tidak hanya keuangan yang sangat penting.

Category: